Buku terbaru kami

Sayap-Sayap Sakinah

Author

Riawani Elyta

BUKU TERBARU KAMI

SAYAP-SAYAP SAKINAH, segera dapatkan di toko buku

AUTHOR

AFIFAH AFRA

Buku Terbaru Kami

SAYAP-SAYAP SAKINAH

Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts

Positif Negatif Nikah Muda

Sudah sejak lama wacana pernikahan muda menjadi perbincangan di sekitar kita, kaum ilmuwan dan agama memiliki pandangan yang kadang berbeda untuk urusan yang satu ini. Apalagi di Indonesia, usia pasangan yang menikah rata-rata terjadi antara 25 hingga 27 tahun. Kebiasaan itulah yang menyebabkan usia pengantin yang berada di bawah itu biasanya masih dipandang aneh.
Kalau kita bicara soal nikah muda, ini sebenarnya adalah sebuah hal yang tidak bisa diplot begitu saja, sebab pernikahan (atau jodoh) termasuk ke dalam konsep freewill yang merupakan hak prerogatif Tuhan (selain juga rejeki dan kematian). Artinya, bisa saja kita adalah orang yang setuju pada konsep nikah muda, berbagai planning dan usaha sudah kita lakukan untuk mewujudkan konsep tersebut, tapi kalau jodoh belum datang, kita bisa apa?
Tapi memang ada baiknya jika kita meninjau konsep nikah muda dari kedua sisi, positif dan negatif. Hal ini penting agar kita tidak terkesan men-judge sesuatu secara hitam putih. Sebab segala sesuatu di dunia ini pasti memiliki sisi baik dan buruk, tinggal kita saja yang harus menentukan pilihan.
Keuntungan menikah muda antara lain: kala itu pasangan sedang dalam masa bersemangat. Sehingga saat memulai rumah yang tangga, ada energi besar untuk mengurus keluarga. Begitu juga soal kondisi kesehatan, biasanya di usia muda kondisi fisik masih baik, sehingga kesiapan untuk bekerja keras, menjalani kehamilan, dan berbagai aspek lain tentu akan lebih bagus.
Lalu yang penting adalah kedua pasangan akan punya banyak waktu untuk mengenal karakter masing-masing. Mungkin awalnya ada sedikit konflik, tetapi bukankah konflik merupakan bumbu rumah tangga? Jika pasangan usia muda bisa mengelola konflik dengan baik, ikatan pernikahan justru semakin kencang.
Lalu kelemahannya: biasanyakedua pasangan akan kaget dengan rutinitas baru setelah menikah, bahkan tidak sedikit yang melihat pasangannya berubah, tidak lagi sempurna dan manis seperti saat pacaran. Pasangan yang tidak bisa mengelola perubahan ini biasanya akan depresi dan tertekan, tidak bahagia dengan pernikahannya. Apalagi kita sama-sama tahu, merawat dan mengasuh anak bukan pekerjaan mudah, mereka (terutama perempuan) yang menikah di usia muda seringkali mengorbankan karir untuk mengurus anaknya. Beberapa diantara mereka merasa menyesal karena pengorbanan ini tidak menghasilkan materi.
Secara psikologis, nikah muda bisa mendatangkan neoretis depresi, atau depresi berat. Jika orang yang terkena depresi itu termasuk pribadi introvert (tertutup) akan membuat seseorang menarik diri dari pergaulan. Dia menjadi pendiam, tidak mau bergaul, bahkan menjadi seorang yang schizoprenia atau dalam bahasa awam yang dikenal orang adalah gila. Sedang depresi berat pada pribadi ekstrovert (terbuka) maka dia akan terdorong melakukan hal-hal aneh untuk melampiaskan amarahnya. Seperti, perang piring, anak dicekik dan sebagainya. Dengan kata lain, secara psikologis kedua bentuk depresi sama-sama berbahaya.

Lebih parah lagi, seiring berjalannya waktu, beberapa pasangan akan merasakan bahwa cinta yang awalnya menggebu jadi datar dan hanya sekedar formalitas saja. Tidak jarang pada pasangan yang menikah muda, rentan perselingkuhan dan perceraian.
Itulah sisi positif dan negatif nikah muda, setelah disajikan fakta ini maka selanjutnya terserah kita.apapun pilihan akhirnya, pernikahan adalah soal pilihan. Di usia berapapun kita menikah, selama bisa mengatasi rintangan dengan baik, maka pernikahan akan menjadi media yang memberi kebahagiaan dan pelajaran menyenangkan.[fm]

Menghadapi Morning Sickness

Menjalani masa-masa kehamilan memang sangat membahagiakan dan membanggakan, dan salah satu “warna” dari kehamilan adalahmorning sickness yang biasanya terjadiantara minggu ke 4 sampai ke 6, dan biasanya terus berlanjut hingga maksimal minggu ke-16.

Morning sicknessbiasanya berupa pening, mual, dan muntah-muntah yang biasanya terjadi di pagi hingga siang hari, terkadang gejala ini bisa berlanjut hingga sepanjang hari.

Para wanita yang mengalami morning sickness tentunya akan merasa sangat tak menyenangkan dan situasi ini biasanya sangat mengganggu aktivitas serta ritinintas mereka. Itu wajar karena morning sickness membuat para ibu hamil tak berdaya serta tidak nyaman sepanjang hari

Namun ternyata, mengalami morning sickness adalah hal yang harus disyukuri, karena sebuah penelitian mengatakan bahwa wanita yang mengalami morning sicknessmemiliki berisiko 55 - 80 persen lebih rendah atau lebih kecil untuk mengalami keguguran, dibandingkan wanita yang tidak mengalaminya. Selain itu, wanita yang mengalami morning sickness juga berkemungkinan lebih besar untuk melahirkan bayi yang lebih sehat dibandingkan dengan wanita yang tak pernah merasakan dan mengatasi morning sickness.

Menurut Gideon Koren, ketua peneliti dari Motherisk Program di Toronto, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang mengalami morning sicknessjuga berisiko lebih kecil mengalami kelainan pada organ tubuhnya, seperti kelainan pada tempurung kepala atau sistem kardiovaskular.

Meski begitu morning sicknesstetap harus diatasi dengan mengkonsumsi vitamin B6 dan multivitamin  agar si calon ibu tidak kekurangan vitamin akibat berkurangnya selera makan dan muntah-muntah.Selain itu, ibuharus mengusahakan agar bisa istirahat total dan minum air putih yang cukup agar terhindar dari dehidrasi, serta sering makan dengan porsi kecil sebagai pengimbang untuk mengatasi morning sickness.


Tentu jangan lupa, itu semua tetap harus diimbangi juga dengan berdoa, berdzikir agar buah hati yang dikandung, tumbuh dengan sehat, cerdas serta kelak menjadi anak yang menjadi penyejuk mata dan berakhlak baik.[fm]

Makna Tahun Baru Hijriah

foto: greenprophet.com

Beberapa hari yang lalu kita sebagai umat Islam resmi memasuki tahun baru, yaitu tahun 1436 H. Beberapa dari kita menandai saat itu dengan bersenang-senang melakukan pawai obor, beberapa lagi menandainya dengansebuah tanggal merah di kalender. Sisanya? Memilih tidur di rumah dan tidak peduli.
Apakah mereka yang mengabaikan tahun baru Islam ini salah? Jawabannya ya dan tidak. Jawabannya bisa “Ya” karena sebagai umat Islam, tentu ada alasan tertentu yang harus kita gali dan kaji berkaitan dengan peringatan ini, sebab kita harus yakin para sahabat Rasulullah pasti memiliki maksud-maksud tertentu dengan menentukan tahun Hijriah. Tapi jawabannya juga bisa saja “Tidak”, karena secara kondisi sosial dan budaya, kita memang tidak terlalu terbiasa diajarkan untuk memperhatikan datangnya tahun baru Islam.

Tahun baru hijriah sering terlupakan, bahkan terabaikan oleh sebagian dari masyarakat kita, mereka malah lebih responsif dan bergairah di tahun baru masehi.Bahkan biasanya kemeriahan menyabut tahun baru masehi lebih mengema sampai pelosok dunia. Tak sedikit dari kita yang kita pun ikut memeriahkan datangnya tahun baru masehi dengan serangkaian acarayang terkadang hanya hura-hura saja. Tetapi saat tahun baru Islam datang, tak ada sujud syukur atau kebahagiaan untuk menyambutnya, sebagian dari kita lupa, sebagian tidak peduli dan sebagian lagi tidak tahu. 

Yang lebih prihatin lagi, aktifitas kita sering diatur dan disesuaikan dengan kalender masehi, hingga urutan hari, bulan dan tanggal penting kita menjadi hafal. Tapi bagaimana dengan tahun Hijriah atau kalender Islam termasuk juga hari-hari dan urutan bulannya? Jarang diantara kita yang hafal. Sebagian dari kita lupa, sebagian tidak peduli dan sebagian lagi tidak tahu.

Padahal bila kita kembali pada sejarah, pada tahun 638 M Khalifah Umar bin Khatab merumuskan penanggalan Islam dengan menetapkan tahun 1 H sebagai tahun dimana terjadi peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah. Dimana tanggal 1 Muharam Tahun 1 H bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622 M. (Sekadar catatan, tanggal tersebut bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad, sebabperistiwa hijrah dicatat terjadi bulan September 622 H).



Bila kita perhatikan, bukan sebuah kebetulan tahun baru Islam disesuaikan dengan tahun hijrah. Khalifah Umar ingin menjadikan hijrahnya Nabi Muhammad saw sebagai sebuah peristiwa yang terus diingat oleh umat Islam. Bahkan lebih jauh dari itu, tahun baru Islam adalah sebuah simbol yang berkaitan dengan hijrah, proses berpindah dari satu kondisi ke kondisi lain.

Sejauh mana ini dipahami oleh kita? Bukankah sudah sangat sering kita mendengar kalimat “orang yang hari ini lebih baik dari kemarin adalah orang beruntung, dan orang yang hari ini lebih buruk dari kemarin adalah orang rugi”, kalimat tersebut sebenarnya berkaitan dengan proses hijrah dari kebiasaan kurang baik ke kebiasaan yang baik, dari kebiasaan yang baik ke kebiasaan yang lebih baik, proses memperbaiki diri yang dilakukan secara konsisten dan terencana dalam hidup kita.
Hubungannya dengan tahun baru hijriah? Dalam konsep perbaikan diri, semangat hijrah dalam tahun baru hijriah hendaknya kita aplikasikan dengan perbaikan diri. Bila tahun kemarin kita masih melakukan beberapa kekurangan, maka tahun ini kita coba perbaiki. Demikian seharusnya dari tahun ke tahun hingga kita pada akhirnya bisa mencapai kondisi sebagai manusia yang terbaik di hadapan Allah.

Maka di awal tahun baru ini, mari kita tekadkan bersama untuk lebih mendalami dan mempelajari Islam dengan sebaik-baiknya dan tentu saja sebuah perbaikan diri, agar kelak kita memiliki bekal yang cukup untuk bertemu Allah. [fm]

Tahun Baru Islam, Saatnya Muhasabah


Segala puji bagi Allah, ternyata kita masih diberikan kesempatan untuk menginjak tahun baru Islam 1 Muharram 1436 H.Seperti lazimnya tahun baru, akan muncul harapan untuk setahun kedepan akan jadi lebih baik dari tahun sebelumnya, dan tentunya harapan-harapan itu tak lepas dari introspeksi diri sebagai sarana bagi seorang muslim untuk mencapai harapan hidup lebih baik.
Sekarang kita introspeksi diri bersama, sebagai orang yang diserahi tanggungjawab menjadi pendidik anak dalam keluarga, bekal apa yang sudah kita siapkan untuk anak-anak saat kelak kita harus meninggalkan mereka nanti?Atau pertanyaan yang penting adalah: sudah kuatkah generasi setelah kita menerima amanah kehidupan dunia ini? Sejauh apa kita sudah mempersiapkan mereka di tahun-tahun kemarin? Seperti apa metode yang harus kita persiapkan di tahun yang baru datang ini?
Kita harus ingat bahwa Allah swt berfirman:

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisaa`: 9)

Maka merinding dan tercenunglah kita membaca ayat ini, karena kalau mau jujur sebenarnya tugas kita mendidik generasi penerus ini masih jauh darikata kuat. Baik kuat secara keilmuan dan fisik, apalagi secara iman Islam.
Seperti halnya Nabi Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya:

“Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kalian mati kecuali dalam memeluk agama Islam… mereka menjawab: ‘Kami akan menyembah Tuhan-mu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Isma’il, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepadaNya’.”

Maka apakah kita mau bersikeras mengatakan bahwa didikan kita sudah cukup? Apa parameter dan jaminannya? Tentu kita sudah tahu bahwa jalan yang kelak ditempuh anak-anak ini tidak akan mulus, seberapa kuat kita mempersiapkan bekal mereka baik saat sekarang ketika masih ada atau saat mereka harus berjalan sendiri saat kita sudah tidak ada?

Apalagi bila diingat bahwa bukan hanya kita yang berharap pada mereka. Tapi secara umum—dalam ruang lingkup bangsa dan negara—generasi muda adalah harapan banyak orang untuk meneruskan ekspetasi bangsa yang besar ini. 

Generasi muda dituntut untuk senantiasa bersikap baik,belajar menjadi sosok yang bijak, selalu berada pada landasan yang benar agar dapat merealisasikan cita-cita bangsa. Generasi muda pun mengemban amanat untuk memperjuangkan hak-hak dan cita-cita bangsa. Tidak akan ada negara yang bisa membangun manakala negara tersebut tidak memiliki generasi muda yang bermutu.
Itulah tugas kita, yang harus kita mulai bersama, jadikan tahun baru ini sebagai titik balik perbaikan diri dan perbaikan generasi penerus kita. Untuk menuju hidup bersama yang lebih baik. [fm]

Ini Lho, Tanda-tanda Kehamilan


Setiap perempuan yang sudah bersuami pasti menginginkan dirinya segera hamil, karena pada dasarnya lengkaplah ia menjadi perempuan saat ia sudah merasakan kehamilan, melahirkan, menyusui dan menimang sang buah hatinya. Maka jelas, betapa bahagianya dia saat si jabang bayi yang di harap-harapkan pun lahir.

Namun kadang terjadi perempuan yang baru mengalami masa kehamilanpertamabelum mengetahui tanda-tanda kehamilan dengan benar. Karena sebenarnya tanda-tanda kehamilan (pregnancy symptoms) bisa jadi gejalanya mirip dengan dengan  tanda datangnya menstruasi. Nah, ketidaktahuan inilahyang menyebabkan mereka bisa stress karena mungkin saja mereka menganggap itu tanda kehamilan, namun setelah dilakukan beberapa kali test ternyata hasilnya negatif. Atau bahkan sebaliknya ini bisa memicu terjadinya kegugurankarena mereka tidak menyadari dirinya sudah hamil sehingga masih saja beraktifitas berat dan mengonsumsi makanan yang dilarang selama kehamilan. 

Kebanyakan dari kita beranggapan jika tanda-tanda kehamilan hanya satu yaitu terlambat datangnya menstruasi saja. Padahal ini pun belum tentu, apalagi  terlambat menstruasi bisa saja disebabkan hal lain seperti: pola makan, stress, kecapaian, atau adanya gangguan hormonal.

Maka para perempuan hendaknya mengetahui tanda-tanda kehamilan dengan baik yang biasanya meliputi beberapa hal, yaitu:


·         Terjadi perubahan pada payudara
·         Munculnya bercak darah atau flek yang diikuti kram perut
·         Mual dan muntah (Morning sicknes)
·         Sering kencing/buang air kecil (Frequent Urination)
·         Pusing dan sakit kepala (Headaches)
·         Rasa lelah dan mengantuk yang berlebih (Fatigue)
·         Sembelit
·         Sering meludah (hipersalivasi)
·         Naiknya temperatur basal tubuh

Memang tanda-tanda kehamilan yang disebutkan di atas sifatnya pribadi, tidak semua perempuan akan mengalami hal yang sama persis, bahkan ada juga yang tidak mengalami gangguan apapaun.Namun setidaknya dengan mengetahui beberapa cirinya maka kita (baik suami atau istri) bisa lebih membedakan mana tanda-tanda kehamilan, atau mana yang merupakan gejala penyakit. Untuk lebih memastikannya, harus pula dilakukan test kehamilan baik yang dilakukan sendiri di rumah dengan test pack,ataudengan melakukanpemeriksaan ke dokter kandungan.[fm]

Misteri Jodoh

Oleh Afifah Afra

Sebagian besar manusia di dunia ini mengalami fase yang disebut dengan nikah. Selain merupakan fitrah manusia, nikah dibutuhkan untuk kelangsungan generasi umat manusia itu sendiri. Tentu. Manusia bukan sejenis tumbuhan yang bertunas dengan sendirinya, atau bisa berbiak dengan hanya melakukan stek batang-batangnya. Manusia membutuhkan proses perkawinan untuk bisa menghasilkan keturunan.

Segala sesuatu memang diciptakan berpasangan. Bagi saya, dan mungkin juga Anda, salah satu misteri terbesar dalam kehidupan ini adalah jodoh dan perjodohan. Kisah-kisah sejati yang menakjubkan seputar perjodohan, tergores begitu giras, tercetak begitu rancak, terlukis begitu manis. Masing-masing Bani Adam memiliki cerita sendiri. Dan biasanya, cerita-cerita itu terbingkai dalam sebuah keistimewaan yang mengesankan. 

Anda, saya, memiliki memori yang penuh kelindan rasa, juga gejolak emosi seputar kisah perjodohan kita. Ada yang manis, sedikit asam—tapi lezat, sedikit pahit—tapi sedap, sedikit asin—tetapi memikat. Nano-nano. Namun, tak menutup kemungkinan ada juga yang rasa itu bertaraf ekstrim. Sangat pahit, sangat asam, sangat asin. Atau sebaliknya, sangat manis, sangat sedap, sangat nikmat. 

Manusia memiliki jalan hidup sendiri-sendiri. Jalan hidup itu memiliki rasa yang khas. Orisinil.
Maka, jika saja ada yang bersedia membukukan kisah perjodohan seluruh insan di muka bumi, bisa jadi buku itu akan menjadi sebuah karya masterpiece. Tentu saja. Karena makhluk bernama manusia yang pernah menetap di Planet Bumi ini trilyunan jumlahnya. Dari trilyunan jiwa, tersketsalah trilyunan kisah istimewa seputar perjodohan. Ya, karena setiap manusia nyaris semua mengalami. Terbayanglah kini, betapa tebal buku yang harus dia tulis. Berapa banyak pena yang harus dikosongkan tintanya. Berapa lembar kertas yang dibutuhkan. Dan, betapa dahsyat tenaga dan pikiran yang harus dikeluarkan.
Nyatanya, meski tak semua keistimewaan itu terdokumentasikan, sepanjang sejarah hidup manusia, kita menemukan kisah-kisah perjodohan yang legendaris, sehingga menjadi buah bibir di sepanjang pergiliran zaman.

SEMUA MAKHLUK ADA PASANGANNYA

Nabi Nuh a.s., menyadari betul bahwa kehidupan tidak boleh berakhir, meskipun bencana besar berupa air bah menerpa. Sehingga, di dalam kapal beliau, binatang-binatang dibawa secara berpasang-pasangan. Nabi Nuh berpikir jauh ke depan--tentu dengan bimbingan dari-Nya--bahwa hanya dengan berpasang-pasangan itulah kehidupan akan terus berjalan.

Kebijaksanaan Illahi adalah takdir
Yang membuat kita mencintai satu sama lain
Karena takdir itu, setiap bagian dunia ini
Dipertemukan dengan jodohnya.
(Jalaluddin Rumi)

Demikian juga manusia. Mereka telah diciptakan secara berpasang-pasangan dengan jenisnya sendiri (sesama manusia). Simaklah firman-Nya ini: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (Q.S. Ar-Rum: 21).

Ya, perjodohan antarmakhluk-Nya memang sebuah tanda-tanda kebesaran-Nya. Adam a.s. diciptakan dari segumpal tanah, lalu menyusul jodohnya, Hawa, yang diciptakan dari tulang rusuk sang suami. Lalu, saat mereka diturunkan ke bumi, terpisah selama ratusan tahun, dan bertemu kembali di Jabal Rahmah.

Nabi Sulaiman bertemu dengan jodohnya, Balqis, lewat sebuah proses yang menakjubkan. Ali dan Fatimah akhirnya menikah setelah Fatimah berkali-kali dilamar oleh para sahabat yang mulia, Abu Bakar dan Umar, namun tidak diterima oleh Rasulullah SAW.


Silakan sibak kembali kisah perjodohan Anda dengan suami/istri Anda. Bukankah selalu ada kebesaran-Nya di kisah tersebut?


Catatan: 

Silakan baca buku "Sayap-Sayap Sakinah" untuk lebih detil memahami misteri perjodohan di antara makhluk-Nya.