Buku terbaru kami

Sayap-Sayap Sakinah

Author

Riawani Elyta

BUKU TERBARU KAMI

SAYAP-SAYAP SAKINAH, segera dapatkan di toko buku

AUTHOR

AFIFAH AFRA

Buku Terbaru Kami

SAYAP-SAYAP SAKINAH

Tahun Baru Islam, Saatnya Muhasabah


Segala puji bagi Allah, ternyata kita masih diberikan kesempatan untuk menginjak tahun baru Islam 1 Muharram 1436 H.Seperti lazimnya tahun baru, akan muncul harapan untuk setahun kedepan akan jadi lebih baik dari tahun sebelumnya, dan tentunya harapan-harapan itu tak lepas dari introspeksi diri sebagai sarana bagi seorang muslim untuk mencapai harapan hidup lebih baik.
Sekarang kita introspeksi diri bersama, sebagai orang yang diserahi tanggungjawab menjadi pendidik anak dalam keluarga, bekal apa yang sudah kita siapkan untuk anak-anak saat kelak kita harus meninggalkan mereka nanti?Atau pertanyaan yang penting adalah: sudah kuatkah generasi setelah kita menerima amanah kehidupan dunia ini? Sejauh apa kita sudah mempersiapkan mereka di tahun-tahun kemarin? Seperti apa metode yang harus kita persiapkan di tahun yang baru datang ini?
Kita harus ingat bahwa Allah swt berfirman:

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” (QS. An-Nisaa`: 9)

Maka merinding dan tercenunglah kita membaca ayat ini, karena kalau mau jujur sebenarnya tugas kita mendidik generasi penerus ini masih jauh darikata kuat. Baik kuat secara keilmuan dan fisik, apalagi secara iman Islam.
Seperti halnya Nabi Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya:

“Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kalian mati kecuali dalam memeluk agama Islam… mereka menjawab: ‘Kami akan menyembah Tuhan-mu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Isma’il, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepadaNya’.”

Maka apakah kita mau bersikeras mengatakan bahwa didikan kita sudah cukup? Apa parameter dan jaminannya? Tentu kita sudah tahu bahwa jalan yang kelak ditempuh anak-anak ini tidak akan mulus, seberapa kuat kita mempersiapkan bekal mereka baik saat sekarang ketika masih ada atau saat mereka harus berjalan sendiri saat kita sudah tidak ada?

Apalagi bila diingat bahwa bukan hanya kita yang berharap pada mereka. Tapi secara umum—dalam ruang lingkup bangsa dan negara—generasi muda adalah harapan banyak orang untuk meneruskan ekspetasi bangsa yang besar ini. 

Generasi muda dituntut untuk senantiasa bersikap baik,belajar menjadi sosok yang bijak, selalu berada pada landasan yang benar agar dapat merealisasikan cita-cita bangsa. Generasi muda pun mengemban amanat untuk memperjuangkan hak-hak dan cita-cita bangsa. Tidak akan ada negara yang bisa membangun manakala negara tersebut tidak memiliki generasi muda yang bermutu.
Itulah tugas kita, yang harus kita mulai bersama, jadikan tahun baru ini sebagai titik balik perbaikan diri dan perbaikan generasi penerus kita. Untuk menuju hidup bersama yang lebih baik. [fm]

Haruskah Memilih Setia?

Pertanyaan:
Dear Sayap Sakinah, saya Lani, ibu rumah tangga. Saya tinggal di Solo. Sudah dua puluh tahun saya menikah dengan suami saya. Anak kami tiga, dan yang sulung sudah mahasiswa. Saya mengira bahwa saya ibu rumah tangga yang sangat berbahagia. Suami saya bertanggung jawab, baik, dan anak-anak juga tumbuh sebagai remaja yang pintar dan normal.

Tetapi, suatu hari saya mendapatkan sesuatu yang mencurigakan pada suami saya. Mendadak dia sering pulang malam. Dia juga sekarang senang berdandan rapi dan kelimis, lengkap dengan minyak wangi. Padahal sebelum itu, suami saya orangnya tak peduli dengan penampilan. Saya terkejut sekali, ketika suatu saat mendapat kabar dari seseorang, bahwa suami saya selingkuh. Dia ada affair dengan salah seorang stafnya di kantor. Duh, rasanya dunia mau kiamat. Saya sedih, hancur dan patah hati. Tetapi, hingga sekarang saya memendam semua itu dalam hati. Selain khawatir anak-anak tahu, saya juga takut jika terjadi sesuatu yang membuat rumah tangga saya karam. Maka, saya pun selama ini diam, tak berani bertanya kepada suami.

Tetapi, lama-lama saya tak tahan. Hati saya selalu bergejolak. Sayap Sakinah, apa yang harus saya lakukan di tengah kecamuk masalah seperti ini? Terimakasih atas jawaban Ustadz-Ustadzah.
Lani, Solo.
Jawaban

Ibu Lani, sebelumnya kami ucapkan selamat, karena Anda dan suami berhasil mengarungi bahtera rumah tangga hingga dua puluh tahun lamanya. Ini waktu yang tidak singkat. Dan, untuk bisa melewati masa sepanjang itu, tentu banyak resep-resep atau trik-trik yang Anda dan suami terapkan. Nah, di saat Anda merasakan badai rumah tangga menerpa, mengapa Anda tak coba lihat kembali trik-trik yang telah membuat Anda bertahan selama 20 tahun? Mungkin sebenarnya hanya butuh sedikit penyempurnaan dari trik-trik tersebut. Atau, ibarat teknologi, trik itu sudah canggih, hanya sedikit butuh up date, atau penyempurnaan.

Kami melihat, ada hal penting yang justru tidak Anda lakukan, yaitu berkomunikasi. Anda katakan bahwa suami Anda baik dan bertanggung jawab. Selama 20 tahun mendampingi, saya yakin, Anda tidak tertipu. Anda benar, suami Anda memang baik dan bertanggung jawab. Jadi, jika ada masalah, mengapa tidak Anda sampaikan secara baik-baik kepada beliau? Cobalah di-cross check. Bicara baik-baik. “Mas, kok akhir-akhir ini mas terlihat berubah ya? Mas terlihat lebih rapi, kelimis, padahal biasanya nggak seperti itu.”

Demikian juga, kabar tentang selingkuhnya suami, itu kan baru kabar. Anda perlu melakukan klarifikasi. Katakan kepada suami Anda, “Mas… saya mendengar kabar begini-begini. Apa itu benar?”



Tentu Anda harus menyampaikan dengan cara yang baik. Selama 20 tahun hidup bersama dalam ikatan pernikahan, kami yakin, ibu tahu caranya. Bagaimana jika ternyata kabar itu betul? Jangan panik dahulu. Jika memang suami khilaf, Anda bisa mendorong suami untuk bertaubat dan segera meninggalkan maksiat tersebut. Orang yang khilaf itu sebenarnya sedang sakit ruhiyahnya. Orang sakit harus diobati, bukan justru ditinggal. Bagaimanapun, suami Anda adalah orang terdekat Anda. Yang harus diselamatkan agamanya. Jangan lupa, mendekatlah selalu kepada-Nya. Karena Allahlah yang senantiasa melindungi keluarga ibu.


Ini Lho, Tanda-tanda Kehamilan


Setiap perempuan yang sudah bersuami pasti menginginkan dirinya segera hamil, karena pada dasarnya lengkaplah ia menjadi perempuan saat ia sudah merasakan kehamilan, melahirkan, menyusui dan menimang sang buah hatinya. Maka jelas, betapa bahagianya dia saat si jabang bayi yang di harap-harapkan pun lahir.

Namun kadang terjadi perempuan yang baru mengalami masa kehamilanpertamabelum mengetahui tanda-tanda kehamilan dengan benar. Karena sebenarnya tanda-tanda kehamilan (pregnancy symptoms) bisa jadi gejalanya mirip dengan dengan  tanda datangnya menstruasi. Nah, ketidaktahuan inilahyang menyebabkan mereka bisa stress karena mungkin saja mereka menganggap itu tanda kehamilan, namun setelah dilakukan beberapa kali test ternyata hasilnya negatif. Atau bahkan sebaliknya ini bisa memicu terjadinya kegugurankarena mereka tidak menyadari dirinya sudah hamil sehingga masih saja beraktifitas berat dan mengonsumsi makanan yang dilarang selama kehamilan. 

Kebanyakan dari kita beranggapan jika tanda-tanda kehamilan hanya satu yaitu terlambat datangnya menstruasi saja. Padahal ini pun belum tentu, apalagi  terlambat menstruasi bisa saja disebabkan hal lain seperti: pola makan, stress, kecapaian, atau adanya gangguan hormonal.

Maka para perempuan hendaknya mengetahui tanda-tanda kehamilan dengan baik yang biasanya meliputi beberapa hal, yaitu:


·         Terjadi perubahan pada payudara
·         Munculnya bercak darah atau flek yang diikuti kram perut
·         Mual dan muntah (Morning sicknes)
·         Sering kencing/buang air kecil (Frequent Urination)
·         Pusing dan sakit kepala (Headaches)
·         Rasa lelah dan mengantuk yang berlebih (Fatigue)
·         Sembelit
·         Sering meludah (hipersalivasi)
·         Naiknya temperatur basal tubuh

Memang tanda-tanda kehamilan yang disebutkan di atas sifatnya pribadi, tidak semua perempuan akan mengalami hal yang sama persis, bahkan ada juga yang tidak mengalami gangguan apapaun.Namun setidaknya dengan mengetahui beberapa cirinya maka kita (baik suami atau istri) bisa lebih membedakan mana tanda-tanda kehamilan, atau mana yang merupakan gejala penyakit. Untuk lebih memastikannya, harus pula dilakukan test kehamilan baik yang dilakukan sendiri di rumah dengan test pack,ataudengan melakukanpemeriksaan ke dokter kandungan.[fm]

Yuk, Pupuk Kemandirian Anak!


Bayangkan kejadian ini: “Suatu sore sang Kakak yang baru duduk di kelas satu SD menyiapkan air panas  untuk mandi adiknya, yang baru berumur empat tahun. Air panasnya ia simpan dalam ember lalu disiapkan mainan bebek plastik, Sang adikpun gembira dan bersiap-siap untuk segera terjun dalam ember.  Setelah itu sang kakak juga menyiapkan baju untuk dipakai adiknya setelah mandi.”
Apa yang dilakukan sang kakak buat kita orang dewasa adalah pekerjaan yang mudah dan tak istimewa. Namun bagi anak yang masih berumur tujuh tahun, hal itu sangat menantang dan penuh perjuangan.Dari sini kita tahu bahwa sang kakak sudah belajar bagaimana peduli, bersimpati dan empati kepada adiknya dan orang-orang di sekitarnya.
Lebih jauh dari itu, sang kakak sudah belajar mandiri tidak bergantung pada orang tua atau sama si bibi tetapi sang kakak lebih hebat lagi karena ia bisa melakukannya untuk diri sendiri juga orang lain.
Kemandirian pada anak umumnya dikaitkan dengan kemampuan anak untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Apakah itu makan sendiri, memakai baju sendiri, dan menalikan sepatunya sendiri tanpa harus tergantung pada bantuan orang lain. Anak yang mempunyai rasa mandiri akan mampu menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan dan dapat mengatasi kesulitan yang terjadi. Disamping itu anak yang mempunyai kemandirian akan memiliki stabilitas emosional dan ketahanan yang mantap dalam menghadapi tantangan dan tekanan didalam kehidupannya (Hogg & Blau, 2004).
Kemandirian pada anak berawal dari keluarga serta dipengaruhi oleh pola asuh orang tua. Di dalam keluarga, orang tualah yang berperan dalam mengasuh, membimbing dan membantu mengarahkan anak untuk menjadi mandiri.
Terkait dengan pola asuh dan kemandirian anak, sebuah penelitian tentang hubungan antara pola asuh orang tua dengan kemandirian anak usia prasekolah, didapatkan hasil bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara pola asuh dan kemandirian dengan kemampuan menyelesaikan masalah. Anak yang lebih mandiri mengatakan bahwa dirumah mereka sering dibiasakan untuk melakukan atau memilih sesuatu sesuai dengan apa yang diinginkan. Seperti, berpakaian sendiri, memakai sepatu sendiri, belajar makan sendiri dan kadang-kadang orang tua mengajak anak untuk melakukan hal-hal kecil dalam membantu pekerjaan rumah. Sementara anak yang tampak kurang mandiri, mereka mengatakan bahwa mereka jarang dilibatkan dalam memilih atau melakukan sesuatu hal, dansegalanya lebih banyak ditentukan oleh orang tua. Seperti, pada saat makan di rumah orang tua selalu menyuapinya, atau ketika anak meminta sesuatu, orang tua otomatis selalu menurutinya
Sebenarnya, tidak hanya pada anak-anak, tetapipada orang-orang dewasa juga, terutama suami istri. Misalnya dalam hal pekerjaan rumahistri tentunya mampu untuk memyelesaikan pekerjaan rumah sendiri, tetapi akan berbeda ketika suami sengaja menyempatkan diri membantu dan membersihkan rumah sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada istrinya, dan sebaliknya, sang istri pun membantu suami, menyiapakan segala keperluan kantor. Keduanya saling berterima kasih, saling membantu dan saling meringankan beban masing-masing. Ikatan cinta dan kasih sayang akan semakin erat.[fm]

Istri Bertipe 1000, 1 atau 000?



Kita tentu sering mendengar hadist Rasulullah yang artinya seperti ini:

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia." (Muttafaq Alaihi dan Imam Lima).

Terkait dengan hadist tersebut, dalam sebuah kesempatan, Ustadz Hatta Syamsuddin, Lc., pernah menguraikan suatu hal yang menarik. “Agama, ibarat angka satu. Lalu tiga hal yang lain adalah angka nol di belakang angka satu. Angka sempurna adalah 1000. Tetapi jika agama dihilangkan, tinggallah tiga buah nol yang sama sekali tak ada artinya,” papar beliau.

Uraian dari Ustadz Hatta itu bisa dijabarkan demikian. Perempuan memiliki agama yang bagus, nilainya adalah 1. Jika dia juga cantik, nilainya jadi 10. Jika selain cantik, dia berasal dari keturunan yang baik, nilainya menjadi 100. Dan, apabila dia memiliki harta melimpah—kaya raya, nilainya menjadi 1000.

Jadi, wanita yang memiliki empat hal tersebut, harta, keturunan, kecantikan dan agama, bisa dikatakan bernilai 1000. Orang-orang semacam Ratu Bilqis atau Bunda Khadijah, adalah sosok-sosok wanita tipe ini. Siapa sih, yang tak mendambahkan pasangan semacam ini?

Akan tetapi, jika yang dimiliki hanya kecantikan, harta, dan keturunan, sementara agamanya buruk, dia ibarat bernilai 000, yang artinya nol belaka. Angka nol jelas lebih buruk ketimbang sekadar angka 1, yakni perempuan yang ‘hanya’ memiliki agama semata. Sayang, banyak pemuda yang terpedaya dan lebih bernafsu mengejar nol-nol yang sebenarnya hanya penyempurna semata.

Bagus, sih, punya istri bertipe 1000. Tetapi, perempuan tipe ini jarang sekali. Kalaupun ada, apa iya selevel dengan si pemuda? Ketimbang sibuk mengejar nol-nol fatamorgana, bagaimana jika lebih berkonsentrasi mengejar si angka 1? [U.S.].

17 Perempuan Yang Haram Dinikah

Anda lelaki yang sudah siap menikah? Umur sudah cukup, penghasilan lumayan, sudah siap lahir batin untuk menikah. Mengapa masih menunda pernikahan? Lihatlah, di kanan-kiri Anda, para perempuan siap Anda lamar.
Ops, tapi hati-hati! Ada 17 jenis perempuan yang terlarang untuk Anda nikahi. Sudah tahukah siapa saja mereka? 15 jenis perempuan terlarang tertera dalam Al-Quran surat An-Nisa: 22-24. Sedangkan yang ke-16 tertera di Al-Quran surat Al-Baqarah: 221, dan ke-17 dalilnya bisa Anda cek di surat An-Nuur: 3.
Siapa saja mereka?
  1. Ibu kandung
  2. Ibu tiri, baik yang masih terikat pernikahan dengan ayah, atau sudah dicerai atau ditinggal mati ayah Anda
  3. Anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya
  4. Saudara perempuan, baik kandung, seayah maupun seibu
  5. ‘Ammah, alias saudara perempuan ayah, baik kandung, seayah maupun seibu
  6. ‘Khalaah, alias saudara perempuan ibu, baik kandung, seayah maupun seibu
  7. Anak perempuan saudara laki-laki
  8. Anak perempuan saudara perempuan
  9. Wanita yang pernah menyusui. Menurut Syaikh Yusuf Qardhawi, minimal lima kali susuan yang mengenyangkan. Susuan yang mengenyangkan adalah susuan anak yang melepaskan puting dengan sendirinya karena kenyang.
  10. Saudara perempuan sepersusuan. Syarat susuannya sama dengan nomor 9
  11. Ibu sang istri (mertua)
  12. Rabiibah, yaitu putri dari istri yang telah dijimak (digauli). Jika belum digauli, tak mengapa dinikahi.
  13.  Istri anak (menantu)
  14. Menghimpun 2 perempuan yang bersaudara dalam satu waktu sebagai istri. Sementara, jika bergantian, misal setelah kakaknya meninggal lalu menikahi adiknya, hal tersebut diperbolehkan
  15. Perempuan yang bersuami
  16. Perempuan musyrik/kafir. Adapun perempuan ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani, Al-Quran membolehkan mereka dinikahi. Sebaliknya, perempuan muslimah dilarang menikah dengan lelaki ahli kitab. Akan tetapi, jika kita melihat bahwa tujuan pernikahan adalah membentuk bahan baku bangunan umat yang Islami, syarat dan ketentuan berlaku pada bahasan ini. Kita akan mencoba membahasnya di lain kesempatan.
  17.  Perempuan pezina. Yakni perempuan yang terang-terangan menjadikan zina sebagai profesinya, misalnya pelacur.
Demikianlah 17 jenis perempuan yang haram dinikahi.


Sumber: Halal & Haram, Dr. Yusuf Qardhawi

Bolehkah Menikah Karena Terpaksa?

Orang Indonesia tentu mengenal cerita Siti Nurbaya, yang selain bukunya masih beredar di perpustakaan-perpustakaan, juga sinetronnya yang tayang di TVRI belasan tahun silam, sempat ngetop di kalangan masyarakat. Kisah Siti Nurbaya yang menikah paksa, sepertinya juga merupakan cerminan realitas masyarakat. Bukan hanya zaman dahulu, zaman sekarang, perjodohan paksa pun masih banyak terjadi. Bukan perjodohannya yang dilarang, tetapi paksaan itulah yang harus dikritisi. Bolehkan menikah karena terpaksa?

Dalam buku Halal-Haram, DR. Yusuf Qardhawi menukil sebuah hadist riwayat  Ibnu Majah, tentang seorang gadis yang mengadu kepada Rasulullah. Dia melaporkan, bahwa ayahnya telah mengawinkannya dengan sepupunya, padahal dia tidak menyukainya. Lalu Nabi menyerahkan permasalahan itu kepada sikap si gadis. Dan gadis itu berkata, “Sebenarnya saya rela dengan perlakuan ayah saya, tetapi saya ingin memberitahukan kepada kaum perempuan, bahwa seorang ayah tidak boleh memaksakan kehendaknya dalam hal ini.”

Dalam hadist lain, Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Janda lebih berhak atas dirinya dibanding walinya. Sedangkan gadis diminta izin tentang urusan dirinya. Izinnya adalah diamnya.” (H.R. Muttafaqun ‘Alaih).

Diam di sini merujuk pada sikap sebagian besar gadis yang biasanya malu mengungkapkan isi hatinya, sehingga tidak bisa ditafsiri begitu saja. Diam, namun terisak-isak dengan wajah merah-padam yang menunjukan bahasa tubuh penolakan, tentu tak bisa dikatakan sebagai kesediaan menikah. Wallahu a’lam.

Tetapi, hal ini menjadi peringatan serius bagi para gadis. Jika memang Anda tidak bersedia menikah dengan lelaki yang melamar Anda, ungkapkan dengan jelas, namun cara yang baik, sehingga tidak menyakiti. Penolakan kasar tentu akan menimbulkan perasaan tidak enak, bahkan terluka di pihak pelamar. Anda harus terbuka, tetapi tetap menjaga perasaan. [U.S.].

Yummy... Puding Cokelat Muisjes Vla Vanilla

Liburan, asyiknya berkumpul dengan keluarga sembari menikmati masakan Bunda tercinta. Nah, Kak Riawani Elyta akan berbagi resep Puding Cokelat Muisjes dengan Vla Vanilla. Enak... enak... enak!



Bahan:
2 bungkus agar-agar coklat
240 gr gula pasir
1800 cc susu cair
60 gram coklat bubuk
1 sdt esens vanilla atau pasta coklat
2 kuning telur
Muisjes (cokelat roti) secukupnya



Bahan vla:
600 cc susu cair
120 gr gula pasir
1 sdt esens vanilla
1 kuning telur
2 sdm maizena, larutkan dengan sedikit air


Cara Memasak Puding

  1. Masak agar-agar bersama gula, susu cair, coklat bubuk, dan esens di atas api sedang. Aduk sampai rata dan beruap
  2. Ambil sesendok cairan agar-agar, tuang ke atas kuning telur, aduk cepat
  3. Masukkan ke dalam cairan agar-agar, didihkan sampai matang.
  4. Tuang ke cetakan yang sudah dibasahi air. Dinginkan sampai beku


Cara Membuat Vla 

  1.  Masak susu cair, gula pasir dan esens diatas api kecil. Aduk sampai rata dan beruap
  2. Ambil sesendok cairan, tuang ke atas kuning telur, aduk cepat
  3. Masukkan ke dalam cairan vla, aduk sampai mendidih
  4. Masukkan larutan maizena, aduk sampai meletup-letup, angkat


Cara Penyajian
Masukkan puding ke piring kecil, tuang vla, taburi muisjes. Sajikan.

Untuk 40 potong

Sumber: http://www.riawanielyta.com/2014/10/resep-puding-cokelat-muisjes-dengan-vla.html#more

Menjaga Kehormatan Istri

Sembari berlinang air mata, Shafiyah mendatangi Rasulullah SAW, suaminya. Pengaduannya mengalir dari mulutnya, dan disimak dengan seksama oleh Rasul. Ternyata, Shafiyah baru saja berselisih dengan Aisyah dan Hafshah. Kata Hafshah dan Aisyah kepada Shafiyah, “Kami ini lebih mulia kedudukannya di mata Rasulullah di mata kamu!”

Shafiyah binti Huyai bin Akhtab, berbeda dengan istri-istri lainnya, berasal dari Yahudi, khususnya Bani Nadhir. Betapa terpukulnya Shafiyah mendengarkan perkataan kedua madunya itu. Yahudi memang kaum yang banyak disebut-sebut keburukannya di dalam Al-Quran. Apalagi, Bani Nadhir juga berkhianat kepada Kaum Muslimin dan akhirnya terjadi peperangan. Seluruh Bani Nadhir akhirnya diusir dari Madinah.

Mendengar pengaduan istrinya, Nabi dengan penuh kasih berkata, “Tidakkah engkau mengatakan kepada mereka berdua, ‘Bagaimana kalian lebih mulia dariku, sementara suamiku adalah Muhammad, ayahku adalah Harun, dan pamanku adalah Musa.’”

Shafiyah memang keturunan dari Harun bin Imran bin Qahits bin Lawi bin Israel bin Ishaq bin Ibrahim. Dia dikenal sangat jelita dan berkulit putih. Sebelum menikah dengan Muhammad SAW, Shafiyah pernah menikah dua kali dengan pemuka dari kalangan Yahudi. Setelah masuk Islam, dia menerima pinangan Rasulullah SAW.

Kita bisa melihat, betapa Rasulullah sangat memperhatikan dan menjaga kehormatan istrinya, meski dia berasal dari bangsa yang sangat memusuhi Rasulullah. Rasul berusaha membesarkan hati istrinya, dan bahkan pernah mendiamkan salah seorang istrinya, Zainab, yang mencela Shafiyah sebagai perempuan Yahudi.


Alih-alih menjaga kehormatan, kadang kita melihat para suami malah dengan santainya membeberkan aib dan keburukan pasangannya di depan orang lain. Demikian juga sebaliknya. Bukankah istri atau suami adalah pakaian kita? Jika dia kumal, sesungguhnya kita pun kumal. Membeberkan ‘kekumalan istri’, bukankah sama dengan membeberkan kekumalan diri? [U.S.].

LOMBA MENULIS KISAH SEJATI: MIRACLE OF LOVE IN MARRIAGE

Sayap Sakinah Center 
Mempersembahkan:

LOMBA MENULIS KISAH SEJATI
“MIRACLE OF LOVE IN MARRIAGE”

Mungkin Anda mengalami sendiri, atau pernah memotret sebuah pengalaman indah dari orang-orang di sekitarmu tentang indahnya sebuah kisah sejati yang melukiskan keajaiban cinta dalam sebuah pernikahan. Keajaiban yang melibatkan dua pelaku, suami dan istri, yang telah bertekad hidup bersama dalam ikatan yang diridhai-Nya.
Mari bagi kisah tersebut dalam lomba ini!

PERSYARATAN
1. Lomba terbuka untuk umum, baik yang sudah menikah maupun yang masih lajang (namun telah memasuki usia pernikahan/baligh)
2. Kisah harus inspiratif, penuh hikmah, based of true story, ditulis dengan gaya narasi/bercerita, diizinkan penambahan imajinasi secukupnya
3. Panjang naskah 4-7 halaman kertas A4, font 12, Time New Roman, margin normal
4. Naskah dilampiri dengan:
  • a. Biodata lengkap, nomor rekening, dan nomor telepon/HP yang aktif
  • b. Link upload foto diri bersama buku “Sayap-Sayap Sakinah” disertai dengan kutipan isi buku (boleh di Twitter, Facebook, Blog dsb.)
5. Naskah dikirim via email ke sayapsakinah@gmail.com
6. Wajib me-LIKE fanpage www.facebook.com/sayapsakinahcenter dan mem-follow akun twitter www.twitter.com/sayapsakinah
7. Batas akhir pengiriman naskah 15 Desember 2014
8. Pengumuman pemenang 1 Januari 2015 di web www.sayapsakinah.com
9. Naskah pemenang menjadi milik panitia dan akan dimuat di buku “Sayap-Sayap Mawaddah” yang ditulis oleh Afifah Afra dan Riawani Elyta

HADIAH
Juara 1 : Uang Tunai Rp 750.000,- + Piagam + Paket Buku Indiva
Juara 2 : Uang Tunai Rp 600.000,- + Piagam + Paket Buku Indiva
Juara 3 : Uang Tunai Rp 400.000,- + Piagam + Paket Buku Indiva

Dua Pemenang Harapan, masing-masing uang tunai Rp 250.000 + Piagam + Paket Buku Indiva

JURI
Afifah Afra
Riawani Elyta